Perkuat Sinergitas, Media Indonesia Network Beri Apresiasi Inovasi ke Kalapas Banyuwangi
Banyuwangi.mediabangsa.net// Dalam rangka mempererat hubungan dan kolaborasi antar lembaga, pimpinan Media Indonesia Network melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi pada Rabu, 18 Februari 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat sinergitas sekaligus memberikan apresiasi langsung atas berbagai inovasi yang telah dijalankan oleh Lapas Banyuwangi di bawah kepemimpinan Kalapas I Wayan Nurasta Wibawa.

Pimpinan Umum Media Indonesia Network, S. Rio Utomo, S.M., menyatakan kekagumannya terhadap terobosan Lapas Banyuwangi, khususnya terkait pengelolaan SAE PASWANGI (Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Banyuwangi) yang berlokasi di Kelurahan Pakis.

Menurut Rio, SAE PASWANGI merupakan konsep integrasi pertanian dan peternakan yang sangat luar biasa karena mampu menyatukan berbagai sektor dalam satu kawasan yang tertata rapi.
"Kami sangat mengapresiasi penataan lokasi di SAE PASWANGI. Mulai dari hamparan sawah, budidaya maggot, peternakan unggas, hingga kolam ikan yang terintegrasi dengan baik. Ini adalah bukti nyata keberhasilan pembinaan bagi warga binaan," ujar Rio.

Lebih lanjut, Rio menambahkan bahwa lokasi tersebut kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga menjelma menjadi destinasi yang ikonik. Kehadiran jogging track serta ornamen Patung Gandrung di tengah sawah menjadikannya daya tarik visual bagi masyarakat.
"Banyak pihak menilai lokasi ini sangat keren untuk spot foto. Tidak heran jika warga setempat mulai menggemari tempat ini sebagai lokasi santai sekaligus belajar," imbuhnya.
Menanggapi apresiasi tersebut, Kalapas Kelas IIA Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan bahwa filosofi di balik SAE PASWANGI memang dirancang untuk memberikan manfaat luas, tidak hanya terbatas bagi internal Lapas.
"SAE PASWANGI bukan sekadar sarana asimilasi dan edukasi bagi warga binaan kami agar mereka memiliki keahlian saat kembali ke masyarakat nanti. Lebih dari itu, tempat ini terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat yang ingin belajar mengenai pertanian, pembuatan maggot, peternakan, maupun perikanan," terang kalapas II A Banyuwangi.
Reporter : Ahmad Idam
