Komisi I DPRD Banyuwangi Apresiasi Lapas Kelas IIA Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba

Komisi I DPRD Banyuwangi Apresiasi Lapas Kelas IIA Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba

Banyuwangi.mediabangsa.net// Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi memberikan apresiasi kepada petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi atas keberhasilan menggagalkan beberapa upaya penyelundupan narkoba beberapa waktu terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Marifatul Kamila, saat kunjungan kerja dan peninjauan ke Lapas Banyuwangi, Selasa (14/7). Dalam kunjungan itu, Marifatul yang akrab disapa Bu Rifa memantau sejumlah titik rawan yang mendukung sistem pengamanan, termasuk ruang brankas dan area kunjungan.

"Kami mengapresiasi seluruh petugas Lapas Banyuwangi. Keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba dengan berbagai modus menunjukkan bahwa sistem pengawasan dan integritas petugas berjalan baik," kata Marifatul Kamila.

Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, membenarkan bahwa pihak lapas melakukan penguatan pengawasan setelah menemukan indikasi upaya penyelundupan. Solichin mengatakan institusinya akan mempertahankan protokol pengamanan dan menindaklanjuti setiap temuan sesuai prosedur.

"Dukungan dari Komisi I DPRD menjadi motivasi bagi kami. Pengamanan di seluruh area akan terus diperketat; kami tidak memberi ruang bagi peredaran narkoba ke dalam lapas," ujar Solichin.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi I DPRD dan pihak Lapas juga membahas implikasi penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, termasuk konsep ultimum remedium yang menempatkan pidana penjara sebagai upaya terakhir. Pembahasan mencakup potensi dampak kebijakan tersebut terhadap penanganan overcapacity atau kelebihan kapasitas di lapas.

Kunjungan kerja diakhiri dengan peninjauan Galeri Jeruji Osing, program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Marifatul menyatakan terkesan dengan produk kain batik hasil binaan dan membeli sejumlah produk sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan.

 

Reporter: Ahmad Idam