Fight Burning Combat Season 3 di Pamekasan: Panggung Prestasi Petarung Muda Indonesia
Pamekasan.mediabangsa.net// Ajang bela diri Fight Burning Combat (FBC) Season 3 kembali digelar dengan sukses dan meriah bertempat di Taman GD, Jalan Sersan Marsul, Kabupaten Pamekasan, Madura. Gelaran ini menjadi sorotan publik karena menghadirkan 15 pertandingan seru dari berbagai kelas dan daerah, serta disaksikan langsung oleh ratusan penonton yang memenuhi arena pertandingan. Sabtu, (08/112025).
Sejak pertandingan pertama dimulai, suasana panas dan penuh semangat langsung terasa di sekitar ring. Para fighter tampil dengan totalitas, menampilkan kemampuan terbaik dalam hal teknik, strategi, serta kekuatan fisik dan mental. Setiap duel berlangsung ketat dan menegangkan, memperlihatkan kualitas para petarung muda dari berbagai penjuru Madura hingga luar daerah.
Atmosfer kompetisi kian memanas menjelang partai utama (main event) yang mempertemukan Lexsi, petarung asal Pamekasan, melawan Gilang dari Rakthai Muntai Bali. Kedua fighter yang sama-sama dikenal memiliki gaya bertarung cepat dan agresif ini sukses mencuri perhatian penonton. Pertarungan berlangsung sengit sejak ronde awal, dengan jual-beli serangan yang disambut sorakan gemuruh dari para penonton.
Memasuki ronde akhir, intensitas semakin tinggi. Gilang menunjukkan ketenangan dan kontrol permainan yang baik, hingga akhirnya mampu unggul dalam perolehan poin. Dengan hasil tersebut, Gilang resmi dinobatkan sebagai juara utama FBC Season 3, sekaligus membawa pulang trofi kemenangan dan penghargaan sebagai petarung terbaik malam itu.
Sementara itu, Lexsi yang tampil gigih hingga akhir pertandingan tetap mendapatkan apresiasi luar biasa dari penonton. Meski gagal meraih kemenangan, performa dan semangat juangnya menjadi bukti dedikasi tinggi dalam dunia bela diri.
Ketua panitia Fight Burning Combat Season 3, dalam keterangannya, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara tersebut. Ia menegaskan bahwa ajang FBC bukan sekadar pertarungan adu fisik, tetapi juga sarana pembinaan dan pengembangan bakat petarung muda Indonesia.
“FBC tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan, menanamkan sportivitas, dan mempererat silaturahmi antar-komunitas bela diri di seluruh nusantara,” ujarnya.
Selain itu, panitia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ajang FBC agar dapat menjangkau lebih banyak daerah dan melahirkan lebih banyak atlet potensial. Ajang ini dinilai berperan penting dalam mencetak petarung tangguh yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
Acara ditutup dengan penyerahan trofi dan penghormatan kepada para juara dari masing-masing kelas, disambut tepuk tangan meriah dari penonton. Suksesnya pelaksanaan FBC Season 3 menjadi bukti bahwa antusiasme terhadap dunia bela diri di Madura semakin meningkat.
Dengan keberhasilan ini, panitia berencana menggelar FBC Season 4 pada tahun mendatang dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang lebih luas. Diharapkan, event ini tidak hanya menjadi ajang prestasi, tetapi juga menjadi simbol semangat juang, persaudaraan, dan kebanggaan olahraga bela diri Indonesia.
Redaksi : Ahmad Idam
