Kecanduan Game Roblox Berisiko Ganggu Kecerdasan dan Perkembangan Otak Anak

Kecanduan Game Roblox Berisiko Ganggu Kecerdasan dan Perkembangan Otak Anak

Banyuwangi.mediabangsa.net// 07 Januari 2026 Di balik popularitasnya sebagai platform kreatif bagi anak-anak dan remaja, Roblox kini menjadi sorotan tajam para ahli terkait dampak negatif kecanduan terhadap perkembangan kognitif dan mental anak. Meskipun sering dianggap edukatif, penggunaan berlebihan platform ini dilaporkan dapat memicu masalah psikologis dan neurologis yang serius.

Data dari World Health Organization (WHO) bahkan telah mengklasifikasikan kondisi ini sebagai gaming disorder. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu terlalu lama di dunia virtual berisiko mengalami gangguan atensi, perubahan suasana hati, hingga penurunan performa akademik yang drastis.

Dampak Kognitif: Perubahan Struktur Otak

Paparan game berlebihan tidak hanya memengaruhi perilaku, tetapi juga mengubah fungsi eksekutif otak. Menurut studi dari Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health (2020), anak yang bermain game lebih dari tiga jam sehari cenderung memiliki rentang perhatian yang lebih pendek dan kemampuan pemecahan masalah (problem solving) yang lebih rendah.

"Studi neuroimaging dari National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa aktivitas otak anak yang kecanduan game memiliki kemiripan dengan pecandu zat adiktif seperti alkohol atau narkoba,". Hal ini terjadi karena rangsangan berlebihan pada bagian otak yang mengatur impuls dan pengendalian diri, yang sangat rentan pada masa pertumbuhan.

Ancaman terhadap Kesehatan Sosial dan Emosional

Selain aspek kecerdasan, dampak sosial menjadi kekhawatiran utama. Kecanduan Roblox sering kali menyebabkan:

Gangguan Tidur: Kebiasaan begadang demi menyelesaikan misi game menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu stabilitas emosi.

Isolasi Sosial: Anak cenderung lebih nyaman berinteraksi melalui avatar digital, sehingga kehilangan kemampuan membaca ekspresi wajah dan bahasa tubuh di dunia nyata.

Masalah Mental: Studi dari Neurotherapy Victoria mengaitkan kecanduan ini dengan gejala depresi ringan, rasa kesepian, dan hilangnya minat pada hobi produktif lainnya.

Peran Orang Tua Menjadi Kunci

Para ahli menekankan pentingnya pengawasan ketat dari orang tua. Tanpa intervensi dini, anak berpotensi mengalami gangguan perilaku dan sosial jangka panjang. Pengendalian durasi bermain dan pengalihan ke aktivitas fisik di dunia nyata menjadi langkah krusial untuk menyelamatkan masa depan kognitif anak.

Tim