Banyuwangi Tampil Memukau: Kemenlu Puji Konservasi Bangsring dan Ethno Carnival
Banyuwangi.mediabangsa.net// Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan rangkaian kegiatan di Kabupaten Banyuwangi selama dua hari terakhir yang menggabungkan program konservasi laut dan festival budaya.
Perwakilan Kemenlu mengatakan seluruh rangkaian acara—yang meliputi sesi dialog, pertemuan Komite Nasional Masyarakat Pesisir (KNMP), serta aksi konservasi Banyuwangi Coral Adoption di Bangsring Underwater—memberikan pengalaman menarik dan berkesan bagi delegasi, termasuk tamu internasional.
"Inisiatif ini menunjukkan komitmen Banyuwangi terhadap konservasi lingkungan dan pengembangan ekonomi biru (blue economy). Kami menghargai upaya pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam menyambut delegasi," kata perwakilan Kemenlu dalam pernyataan yang diterima media. Kemenlu juga menyampaikan terima kasih atas kemitraan dan dukungan lokal selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Selain agenda konservasi dan forum, Kemenlu menyoroti kesuksesan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026. Menurut pernyataan Kemenlu, penyelenggaraan festival tersebut menampilkan kualitas yang terjaga dan pertunjukan budaya yang memukau penonton, termasuk delegasi asing yang hadir.
Beberapa peserta dan tamu internasional yang diwawancarai menyebutkan kekaguman terhadap pagelaran BEC dan keindahan alam Banyuwangi. Sejumlah pengunjung menilai acara berjalan tertib dan menampilkan ragam busana serta seni tradisi yang kuat.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pariwisata menyatakan bahwa kombinasi kegiatan konservasi dan festival bertujuan mendorong promosi pariwisata berkelanjutan dan penguatan ekonomi lokal. Pejabat daerah juga mencatat bahwa pelibatan komunitas pesisir dan pemangku kepentingan lokal menjadi kunci keberhasilan program.
Dengan suksesnya rangkaian kegiatan ini, Banyuwangi memperkuat citra sebagai daerah yang mengedepankan pelestarian lingkungan sekaligus melestarikan kebudayaan lokal, menurut penilaian para pihak terkait.
Reporter: Rio
Editor: Ahmad Idam
