LIM. Desak Penutupan Dapur SPPG Yang Di duga Jadi Penyebab Keracunan Ratusan Siswa
Banyuwangi.mediabangsa.net// Lingkaran Intelektual Muda (LIM) meradang tragedi keracunan yang terjadi beberapa waktu lalu di MAN 1 Banyuwangi jelas mencoreng program makan bergizi gratis yang di gagas oleh presiden prabowo. 25/10/25
Kami juga sangat menyayangkan sikap kepala dapur MBG jalan kepiting menurut kami tidak kooperatif saat di jumpai wakil rakyat. Kami meminta pihak yang terkait untuk membekukan bahkan mencabut izin dapur MBG yang di jalan kepiting. Ungkap mas sumantri koordinator Lingkaran Intelektual Muda Banyuwangi
"Tragedi keracunan ratusan siswa di MAN 1 Banyuwangi mencoreng program makan bergizi gratis presiden prabowo. Kami berharap MBG di jalan kepiting di bekukan atau di tutup, sikap arogansi tidak kooperatifnya kepala dapur SPPG jalan kepiting kepada wakil rakyat kami jelas mencederai hati rakyat banyuwangi" ungkap mas sumantri
Ironisnya, saat Komisi IV DPRD Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi dapur produksi MBG, pada Jumat, (24/10/2025). Mereka justru dihadapkan pada sikap yang sangat tidak kooperatif dari pihak penyelenggara.
Anggota Komisi IV DPRD Banyuwangi, Suwito, mencoba berbicara langsung dengan pemilik atau Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur MBG melalui sambungan telepon yang diberikan oleh staf dapur MBG. Pihak pengelola menolak datang ke dapur MBG dengan dengan alasan kelelahan setelah bertugas.
Tentu sikap dari pemilik atau kepala Dapur MBG yang berada di Jalan Kepiting, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi, Jawa Timur, sangat tidak terpuji. Padahal, kedatangan para wakil rakyat untuk memastikan standar higienitas dan keamanan pangan.
“Jujur kami kecewa dengan kepala SPPGnya,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Patemo kepada awak media
Kami juga menyampaikan kepada masyarakat banyuwangi untuk menghubungi dua nomor ini yang bersumber dari situs BGN https://www.bgn.go.id/news/pengumuman/bgn-buka-layanan-aduan-mbg-masyarakat-bisa-lapor-langsung (Badan Gizi Nasional), yakni 088293800268 (Operator 1) dan 088293800376 (Operator 2).
Reporter : idam
